Kepsek SMP Negeri Se-Mojokerto Kompak,Tak Patuhi Himbauan Walikota.

Redaksi 236 Kali Dilihat

Kepsek SMP Negeri Se-Mojokerto Kompak,Tak Patuhi Himbauan Walikota.

Kain seragam yang di persiapkan kepala sekolah,dan siswa harus beli di Situ

Mojokerto Medianusantara.net,- Ketua KSM LSM GMBI Kota Mojokerto menegaskan praktik jual beli seragam oleh sekolah kepada siswa merupakan malaadministrasi dan pungutan liar (pungli).Sebab, melanggar Peraturan Pemerintah (PP) No 17 Tahun 2010. PP Intinya, pemerintah tidak dibolehkan menjual pakaian seragam ataupun bahan seragam.

Selain itu, juga melanggar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 45 Tahun 2014 bahwa pengadaan pakaian atau seragam sekolah diusahakan sendiri oleh orangtua atau wali peserta didik."Berdasarkan larangan yang ada. Sekolah dan dinas terkait tidak bisa menjual seragam sekolah kepada siswa,"

Nur Pendik Ketua LSM GMBI ini mengungkapkan hal tersebut berdasarkan laporan dari orangtua terkait jual beli pakaian siswa SMP yang di koordinir MKKS Kota Mojokerto dan di arahkan ke salahsatu Suplayer dan di Sediahkan dimasing-masing Koperasi sekolah harganya Ratusan Ribu Rupiah per siswa,kalau beli semua sekitar Rp.1.200.000,00

Di Kota Mojokerto terdapat 9 SMP NEGERI dengan jumlah siswa hampir 2.500 siswa,hal ini adalah modus untuk mencari keuntungan dalam momentum siswa baru,Tetapi disayangkan Sekarang adalam musim pandemi Covid 19,Sekolah juga masih Libur kok,masih bisa-bisanya Sekolah membuat kebijakan pengadaan Seragam,apalagi Siswa masih Libur dan belum tentu masuknya Kapan,Orang tua masih butuh anggaran belikan HP,pulsa paketan dan ekonomi hari ini masih susah-susahnya,pasti besok kita laporkan Dinas Pendidikan dan Walikota Mojokerto "geram Pendik.

Beberapa Kepala Sekolah sudah di temui awak media,Kepala Sekolah tersebut memang kompak dan Menyatakan hal yang sama ketika di konfirmasi seperti Salah satu Kepala Sekolah SMP Negeri Kota Mojokerto ketika di datangi Wartawan Liramedia mengungkapkan

"Memang benar Sekolahan melayani pembelian seragam Sekolah tetapi kami tidak memaksa karena hal ini juga atas banyaknya permintaan Dari Wali murid melalui Grup WA di masing-masing Kelas sehingga kami bicarakan hal ini di Tingkat MKKS ,dan kami di arahkan ke salah satu penyedia Suplaiyer Kain Seragam agar model dan warna kain bisa seluruhnya sama,untuk harga di bawah harga pasar,namun Kepala Sekolah melalui koperasi menekankan jangan sampai memaksa"jelas Rejo, Kepala Sekolah SMPN 3 ini.

Ketika di tanya Wartawan,apakah sudah Koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan,beliau menjawab Tidak dan hanya di bicarakan melalui tingkat MKKS dan ketika di hubungi Kesekolah Mulib sebagai Ketua MKKS dan juga Kepala Sekolah SMPN 2 MOJOKERTO tidak ada di tempat. Beberapa waktu Lalu Ibu Walikota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan

"jangan sampai ada Tarikan yang membebankan Pihak wali Murid",tetapi di hiraukan oleh seluruh Kepala Sekolah SMPN di Kota Mojokerto,yang tergabung di MKKS ini. Senada dengan Ketua LSM GMBI,Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Junaedi Malik menyatakan Kaget kalau ada pengadaan seragam di tingkat Sekolah

"Saya baru dapat info dari sampean kalau ada pengadaan Seragam di tingkat Sekolah apalagi ini Seluruh Sekolah SMPNegeri Mojokerto,ini kan masih pandemi dan lagi Pemerintah sudah menganggarkan pengadaan seragam gratis,ada apa ini,siapa dalangnya,ini tidak boleh di biarkan ini sangat membebankan,pasti akan saya telusuri "ancam Junaedi (ir)

Tinggalkan Komentar