Politisi PKB dan PDI-P Satu Dusun Bersaing Ketat Saat Pileg, Kini Duduk Satu Komisi

SIDOARJO – MN.Net

Anggota DPRD Sidoarjo dari Fraksi PKB, H Iswahyudi (foto : dar/mn.net)

Politisi baru, H Iswahyudi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Suyarno dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) domisilinya satu dusun di Desa Wonoplintahan Kecamatan Prambon. Keduanya bersaing untuk bisa terpilih di pemilu legislatif (pileg) April 2019 lalu. Kini mereka sama-sama duduk satu komisi.

Diungkapkan H Iswahyudi, bahwa dirinya dengan Suyarno itu rumahnya berdekatan. Hanya terpaut lima rumah dengannya. Persaingan cukup ketat saat pileg kemarin. Ia mendapatkan 1050 suara. Sedangkan Suyarno memperoleh 1400 suara di desanya.

“Persaingan saya dengan Pak Suyarno memang sangat ketat. Bayangkan, rumah saya dengan Pak Suyarno hanya berjarak lima rumah. Namun kini sama-sama duduk di Komisi C,”kata H Iswahyudi saat keruang media center DPRD Sidoarjo membaur dengan rekan media, Selasa (05/11/2019).

Saat menduduki Komisi yang membidangi pengawasan pembangunan proyek dan lingkungan hidup. Ia memang terlebih dahulu berkoordinasi. “Sampean komisi apa Pak Yarno, Komisi C. Ya sudah saya juga Komisi C,”ungkapnya.

Iswahyudi terjun ke politik dengan mengendarai PKB, bermodal sebagai pengusaha barang bekas (rongsokan). “Pak Yarno juga pengusaha barang bekas. Dia baru saja menekuninya, saya yang ngajari. Karena saya yang lebih lama,”ungkapnya polos.

Politisi baru ini nekat bertarung dalam pileg bulan lalu karena mempunyai jaringan blusukan. Ia mengaku kerap silaturrahmi. “Saya itu orang embongan (orang yang sering kluyuran, atau sering silaturrahmi,”akunya.

Di Daerah Pemilihan (Dapil) 3 (Wonoayu, Prambon, Tulangan dan Krembung), Iswahyudi memperoleh suara 9 ribu lebih nomor dua urutan terbanyak setelah caleg incumbent Dhamroni Chudori. Sedangkan Suyarno politisi PDI-P dapat 14 ribu suara. (dar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here