Pejuang Perda Batas Usia 63 Tahun Batal Mencalonkan Kades Wonoayu, Ini Alasannya

SIDOARJO – MN. Net

Mantan anggota DPRD Sidoarjo periode 2014-2019, H Matali akhirnya tidak mendaftar sebagai calon kepala desa (Kades) Wonoayu. Padahal Kamis (30/1/2020) sekitar pukul 15.30 WIB merupakan batas akhir pendaftaran calon kades di desanya. Tidak mendaftarkan calon kades karena ada pertimbangan keluarga.

Mantan Wakil Ketua Komisi A, H Matali (Pahlawan Perda Batas Usia Kades 63 Tahun) bersama Pj Bupati Sidoarjo H Nur Ahmad Syaifuddin, SH. (foto : dar/MN.Net)

Menurut pejuang perubahan Perda Nomor 8 Tahun 2015, tentang batas usia 63 tahun. Telah berhasil merevisi aturan yang membelenggu masyarakat yang berusia lebih dari 63 tahun untuk mengikuti pesta demokrasi.

“Gantinya perubahan Perda tersebut Nomor 2 Tahun 2020 tidak ada batas usia. Alhamdulillah, teman-teman kami dari mantan kepala desa dan masyarakat akhirnya bisa mengikuti pencalonannya sebagai kades di desanya masing-masing,”tegas H Matali Sekretaris PMKD (Paguyupan Mantan Kepala Desa) Kabupaten Sidoarjo yang diketuai oleh Munawar SH.

Lebih lanjut mantan Wakil Ketua Komisi A ini, pada saat melaksanakan reses banyak sekali usulan-usulan untuk memperjuangkan Perda tersebut supaya segera dirivisi. “Kami berharap pelaksanaan pilkades serentak berjalan lancar dan kondusif. Baik di Desa Wonoayu dan diseluruh desa-desa di Sidoarjo,”harapnya.

Sementara itu di Desa Wonoayu Kecamatan Wonoayu yang mendaftar calon kades sebanyak enam orang. Diantaranya, Anis Nurillaily (istri Ilyasak perangkat), Uswatun Khasanah (mantan Sekdes), Ahmad Yani, Supriyadi (incumbent), Mulyono dan Bambang Kariyanto.

Pj Kades Yanis Hadi Prasetyo dikonfirmasi bahwa pendaftaran calon kades di Desa Wonoayu sebanyak 6 orang dan sudah ditutup pukul 15.30 WIB. “Kalau persyaratannya sudah memenuhi persyaratan. Maka akan diseleksi panitia ditingkat Kabupaten maksimal hanya 5 calon. Dan yang tereleminasi satu calon. Semoga pelaksanaannya aman dan kondusif,”harap Pj Yanis sapaan akrabnya.

Di Desa Simo Angin-angin menurut Pj Kades Mubarok, bahwa ada dua calon yang mendaftar. Yakni H Kusniadi (bos pabrik kerupuk) dan Sohibi. Mantan kades, Ir Abu Amar dan istrinya belum tampak mendaftar ke balai desa. Padahal sebelumnya santer untuk mencalonkan lagi.

“Yang mendaftar masih ada dua orang. Pak Kusnaidi dan Sohibi. Mereka berdua sedang mengurus persyaratan bebas korupsi,”ujarnya.

Sedangkan Ir Abu Amar dikonfirmasi membenarkan tidak ikut mendaftar. Ia mengatakan tidak mendaftar karena sesuatu hal. (dar)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here