Pansus Dewan Akan Mendata dan Menginventarisir Aset Terdampak Lumpur Serta Yang Dikerjasamakan

SIDOARJO – MN.Net

Panitia Khusus (Pansus) II yang membahas Raperda PengelolaanBarang milik  Daearah (Aset) yang berupa gedung dan lahan mulai didata dan menginventrisir dari aset yang terdampak lumpur Lapindo serta yang dikerjasamakan. Tujuan Pansus DPRD Sidoarjo yang beranggotakan 15 orang itu untuk menyelamatkan aset dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.

Pansus II dibentuk lembaga wakil rakyat Kota Delta ini guna membuat Peraturan Daerah (Perda) yang nantinya akan meningkatkan PAD Kabupaten Sidoarjo. “Dengan terbentuknya Perda Pengelolaan Barang milik Daerah yang baru ini, maka akan bisa meningkatkan PAD Kabupaten Sidoarjo,”tegas Ketua Pansus II, H Adhy Samsetyo Djoko Lelono, SH, M.H.

Aset Pemkab Sidoarjo dalam peta terdampak Lumpur Lapindo yang perlu didata aset lahan, sekolahan, dan lapangan yang belum mendapatkan ganti rugi. Sekaligus akan mendata aset Pemkab yang belum mempunyai kelengkapan kepemilikan yang sah.

Terkait aset yang ada dalam kawasan peta terdampak lumpur Lapindo. Pansus II nantinya akan memanggil PPLS (Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo). Yang otomatis akan membahas ganti rugi kepada Pemkab Sidoarjo.

Sejak Pansus II dibentuk dan disahkan dalam Rapat Paripurna. Langkah demi langkah terus dilakukan oleh Pansus II untuk bekerja. Pansus II sudah melakukan pendataan aset yang digunakan pelatihan pembuatan sepatu Indonesian Footwear Service Center (IFSC) Tanggulangin.

Gedung IFSC di Kedensari Tanggulangin menurut anggota Pansus II, H Arif Bachtiar, ST dikerjasamakan antara Pemkab Sidoarjo dengan Pemerintah Pusat. Kerjasama ini tidak ada profitnya, namun Pemkab Sidoarjo nantinya akan memiliki gedungnya. Karena pembangunannya menggunakan dana sharing antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

“Pemkab Sidoarjo menyediakan lahannya. Pemerintah pusat pendanaan gedungnya. Namun kerjasama ini akan habis pada Tahun 2020 mendatang,”jelas H Arif Bachtiar anggota dewan dari Fraksi Golkar ini, Kamis (21/11/2019).

Lebih lanjut politisi baru yang dikenal disapa Arif ini bersama seluruh anggota Pansus II telah berkonsultasi ke Kementerian Pemerintah Pusat yang berkaitan dengan bidang sewa lahan aset Pemkab Sidoarjo. Mengkonsultasikan masalah kerjasama sewa lahan yang digunakan Sun City Mall. Eks lahan lapangan golf hampir seluas 4 hektar itu disewa Sun City Mall selama 30 tahun.

Kerjasama lahan Sun City Mall dengan Pemkab Sidoarjo masih kurang 13 tahun lagi. Menurut Arif, berakhirnya kerjasama Sun City Mall pada tahun 2033. Sedangkan pihak Sun City Mall saat ini telah membangun Apartemen yang akses jalannya lewat area Sun City Mall.

Yang menjadi kajian Pansus Aset Barang milik daerah adalah mengenai bagaimana nasib para user yang membeli apatermen.  Kasihan nasib para user, beli hunian apartemen mahal-mahal yang standart per unit seharga Rp 600 juta. Namun jangka panjangnya setelah 13 tahun itu jika kerjasama tersebut sudah habis. Akses jalannya akan lewat mana para penghuni apartemen nanti.

“Meski masih lama. Namun kita pikirkan nasib mereka sejak dini,”terangArif.

Berdasarkan keterangan dari Kementerian Pusat yang membidangi kerjasama aset milik pemerintah itu, memberikan pejelasan bahwa setelah kerjasama habis. Maka sewa lahan seluas hampir 4 hektar harus dilakukan lelang ulang. Yang dikhawatirkan kelak, bila sewa lelang ulang tidak lagi dimenangkan oleh pihak Sun City Mall.

“Pansus melangkah kesana untuk memastikan. Jaminan dari pihak manejemen apartemen kepada para penghuni apartemen. Setelah sewa habis dan bila manejemen Sun City Mall tidak menangkan lelang lagi. Mau dilewatkan mana jalan bagi penghuni apartemen. Karena kami yakin, pihak penghuni tidak sejauh itu untuk mempertanyakan kejelasan tersebut,”jlentrehnya.

Arif pun menduga jika pihak manejemen saat melakukan pemasaran, tidak menjelaskan secara terbuka lahan yang digunakan lewat apartemennya. Karena Arif sendiri pernah ditawari oleh pihak pemasaran. Saat ditanya tentang jalan nanti jika lahan Sun City Mall sewa nya habis. Apakah bisa menjamin akan menang lelang lagi kepada user.

“Saat saya tanya begitu, apa jawab dari pegawai pemasaran. Itu bukan wewenang saya pak. Semoga dengan kinerja Pansus II ini warga penghuni apartemen bisa mendapat kepastian solusi dari manejemen Sun City Mall,”pungkas Arif.(dar/adv/humas-dprd-sidoarjo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here