Lulusan Politeknik Kelautan dan Perikanan Bukan Diciptakan Untuk Menjadi ASN

SIDOARJO – MN.Net

Sebanyak 153 calon taruna secara resmi dilantik menjadi taruna Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo. Pelantikan dilakukan langsung oleh Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan Pusat Bambang Suprakto.

Taruna-taruna ini dilantik setelah mengikuti pendidikan karakter. Pendidikan karakter itu ada dua, yakni pendidikan dasar kedisiplinan dan jiwa corsa yang dilatih oleh para militer, agar memiliki disiplin seperti militer, bukan berarti mereka itu militer. Kemudian ada pembentukan karakter dalam kampus untuk menyesuaikan diri sesasama taruna.

Menurut Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan Bambang Suprakto mengatakan bahwa, selanjutnya mereka diberikan pendidikan di kampus Politeknik ini. Para taruna ini selanjutnya akan diberikan kurikulum pendidikan sistem vokasi. Dengan sistim materi 70 persen praktek dan 30 persen teori.

“Setelah mereka menempuh pendidikan dan dinyatakan lulus. Dari lulusan Politeknik Kelautan dan Perikanan ini diciptakan bukan untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN),” kata Bambang kepada wartawan usai melantik taruna angkatan 21 di Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Minggu (15/12/2019).

Bambang, menambahkan, setelah mereka berhasil lulus diharapkan menjadi seseorang pengusaha yang mampu memanfaatkan sumber daya kelautan dan perikanan. Karena yang menjadi taruna di Politeknik ini kebanyakan mereka anak para nelayan di seluruh Indonesia.

“Setelah di latih terus menerus agar memiliki ketrampilan yang luas dan menjadi orang yang kompetens. Selain itu mereka ditumbuhkan menjadi kewirausahaan. Sehingga kami  memberikan amanah ke Politeknik ini supaya bisa menciptakan minimal 10 calon startup,” tambah Bambang.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, saat ini Politeknik KP Sidoarjo ini masih diploma 3 pihaknya merencanakan tahun 2020 ini minimal harus diploma 4 yang setara dengan S1. Selain itu juga akan mengadakan diploma 1, dalam rangka percepatan pendidikan tinggi bagi para nelayan. Khususnya bagi para nelayan dan anak nelayan dengan sistem jemput bola.

“Kami akan mendatangi TPI-TPI siapa saja yang ingin sekolah, tidak terpengaruh dengan usia. Untuk diberikan ketrampilan penangkapan ikan yang modern, dan penangkapan ikan yang ramah lingkungan,” jelas Bambang.

Sementara itu di tempat yang sama, salah satu taruna Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Zalsa Nurul Putri, asal Bogor mengaku, sangat senang bercampur bangga. Karena tidak menyangka bahwa dirinya bisa diterima di Politeknik KP Sidoarjo.

“Menjadi taruna Politeknik Kelautan dan Perikanan ini merupakan kebanggaan keluarga kami. Ke depannya setelah lulus nanti yang paling utama akan membanggakan dan menyenangkan kedua orang tua,” tandas Zalsa.(spn/dar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here