Lima Tahun Ini, KBIH Ebad Wisata Terbangkan Jama’ah Haji Plus Langsung Kota Jeddah

SIDOARJO – MN. Net

Hari Kedua ; sebanyak 396 calon jamaah haji plus KBIH Ebad Wisata (dari 456 calon jamaah haji plus) berkumpul di Masjid Al Bahar Pasmar 2 Gedangan dari Bandara Internasional Juanda langsung menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz Jedah, Saudi Arabia, Senin pagi (05/08/2019). (foto : istimewa/dok/MN.Net)

Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Ebad Wisata Tahun 2019 ini memberangkatkan  456 calon jamaah haji plus. Mereka diberangkatkan  dari Masjid Al Bahar Pasmar 2 Gedangan dari Bandara Internasional Juanda langsung menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz  Jedah, Saudi Arabia, Senin (05/08/2019).

Hari kedua ini, sebanyak 396 para jamaah haji plus akan terbang dari Bandara Internasional Juanda menuju tanah suci satu pesawat dengan mancarter pesawat Garuda 777. Sehari sebelumnya, juga sudah ada yang berangkat menuju tanah suci bersama jamaah lainnya.

Ratusan jamaah haji plus ini sejak subuh telah berkumpul di Masjid Al Bahar Pasmar 2 Gedangan terlebih dulu melakukan registrasi untuk perlengkapan identitas peserta. Pada kesempatan tersebut  jamaah haji plus ini juga diberikan kesempatan untuk memberikan amal sosialnya yang akan disumbangkan ke masjih Al Hidayah Gedangan.

Pembimbing Utama KBIH Ebad Wisata H Abdul Malik Alhaddad mengatakan para Jamaah Haji Plus ini nantinya langsung menuju Jeddah dari Surabaya tanpa transit ke Bandara Soetta (Soekarno-Hatta) Jakarta.

“Jadi para Jemaah ini akan langsung turun di Jeddah,” ujar Abdul Malik Alhaddad disaat pemberangkatan Jamaah Haji Plus di Masjid Al Bahar Pasmar 2 Gedangan Gedangan.

Ia mengatakan, keberadaan Ebad Wisata ini telah lima tahun berturut-turut memberangkatkan jamaah haji plus langsung dari Surabaya ke Jeddah. Keberangkatan dari Surabaya ini juga mempersingkat waktu perjalanan, jamaah juga hemat energi.

“Dengan demikian para jamaah ini bisa lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah hajinya,”tuturnya.

Ia menambahkan, Ebad Wisata ini akan memberikan pendampingan khusus kepada para jamaah haji Plus ini. Saat menunggu waktu Wuquf  para jamaah haji plus ini diberikan program utama pemberantasan buta huruf Alquran di Pesantren Rusaifah utara pusat Kota Makkah dengan pembimbing Syekh Muhammad Ismail.

“Saat pulang,  para jamaah yang saat berangkat belum bisa baca Al Quran, akan bisa baca Alquran serta diberi tata cara salat sesuai tuntunan ataupun ibadah lainnya,”pungkas Abah Malik, sapaan akrab H Abdul Malik. (daryanto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here