Dua Keponakan Mendikbud Tidak Diterima PPDB Sistem Zonasi di Sidoarjo

SIDOARJO – MN. Net

Si kembar Al Uyuna Galuh Cintania dan Al Uyuna Galuh Cantika warga Perum Pondok Jati Blok AK 13 Kecamatan Kota Sidoarjo. Mereka itu keponakan Mendikbud tidak diterima saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sitem Zonasi di Sidoarjo.

Si kembar Al Uyuna Galuh Cintania dan Al Uyuna Galuh Cantika warga Perum Pondok Jati Blok AK 13 Kecamatan Kota Sidoarjo. Merupakan keponakan Mendikbud tidak diterima Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sitem Zonasi di Sidoarjo.

Cintania mendaftar melalui jalur prestasi (Japres) non akademik dengan modal medali emas kejurnas puncak silat, dan medali perak lomba robot tingkat nasional. Sementara itu Cantika bermodal medali emas lomba story telling tingkat nasional dan medali perak lomba film indie tingkat nasional.

Mereka berdua lulusan SMP Muhammadiyah I Sidoarjo, menurut zonasi wilayahnya mereka mendaftarkan di SMA Negeri I Sidoarjo. Namun mereka berdua gagal masuk SMA yang meraka idam-idamkan.

“Anak kami si kembar ini mendaftarkan PPDB sistem zonasi melalui japres non akademik. Namun keduanya gagal masuk SMA Negeri I Sidoarjo,” kata Anwar Hudijono kepada wartawan di rumahnya, Kamis (20/06/2019).

Hudijono mengaku si kembar ini merupakan keponakan Mendikbud yang di sayangi, karena kakak kandung tidak memiliki anak perempuan. Meskipun begitu selaku wali murid pihaknya mengaku legowo. Itu merupakan keputusan yang terbaik dari pihak panitia PPDB di Sidoarjo.

“Kami Sekeluarga tidak mempersalahkan keputusan tersebut, kami sekeluarga sudah legowo. Apalagi si kembar sudah enjoy masuk di SMAMDA II Sidoarjo,” ungkap Hudijono.

Hudijono menerangkan bahwa kalau untuk jalur zonasi rumahnya dengan SMA Negeri I Sidoarjo berjarak sekitar 2,4 kilo meter. Mereka si kembar ini memilih SMA Negeri I Sidoarjo ini mengikuti jejak kakaknya.

“Sebenarnya memang banyak teman-teman yang menanyakan, kenapa tidak bisa masuk di SMA Negeri I Sidoarjo. Padahal memiliki prestasi di tingkat nasional, tapi kami yakin itu keputusan terbaik dari panitia PPDB Sidoarjo,” terangnya.

Menurut Hudijono, bahwa sistem zonasi itu sistem yang terbaik, dengan harapan bahwa bukan hanya sekolah favorit yang terpenuhi oleh siswa baru. Namun sekolah-sekolahan yang berada di pinggiran juga dipadati oleh siswa-siswi.

“Yang terpenting si kembar itu sudah berusaha, selebihnya semua di serahkan kepada Allah. Apapun keputusannya kami terima, insyaallah di SMAMDA ini merupakan keputusan Allah yang terbaik,” jelasnya.

Untuk diketahui bahwa Anwar Hudijono merupakan adik kandung dari Mendikbud Muhadjir Arifin.  Anak ke delapan dari sembilan bersaudara. Kalau Mendikbud anak ke enam dari pasangan suami istri, Soeroya  dan Sri Subita. (daryanto)

   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here