Kasus Dugaan Korupsi Camat Duduksampeyan Diduga Tarik Ulur Di Kejari Gresik

Redaksi 115 Kali Dilihat

Kasus Dugaan Korupsi Camat Duduksampeyan Diduga Tarik Ulur Di Kejari Gresik

Kasus Dugaan Korupsi Camat Duduksampeyan di sinyalir ditarik Ulur diKejari Gresik.

Gresik Medianusantara.net,- Ribuan Masyarakat dan ratusan aktivis pegiat anti korupsi di negeri ini seolah gusar dan menunjukkan mosi tidak percaya terhadap kinerja Kejari Gresik, sudah pernah booming dan terdapat kerugian Negara,kabar perkembangan penyidikan dugaan korupsi APBD Gresik yang dilakukan Pejabat Kecamatan, Suropadi selaku Camat Duduksmpeyan, Kasus dugaan korupsi dan mantan Kades Pandanan seolah diulur-ulur waktunya atau mandek atau bahkan hilang ditelan bumi.

Terdengar Kabar santer merebak dan tercium bau aromanya jika saat ini Camat Suropadi berlindung di balik inspektorat sudah bereskan pada Kejari Gresik hingga kasus dugaan korupsi Camat Duduksampeyan, Suropadi dan Mantan Kades Pandanan,Abdul Wahab belum ada progresifnya padahal hampir satu tahun diproses oleh Kejari Gresik belum juga dapat dituntaskan.

Sahar Sulur, Ketua LSM GCW sangat menyayangkan pihak Kejari Gresik yang sangat lamban dalam penanganan kasus Korupsi, bahkan patut diduga ada pengkondisian agar Kasus tersebut tidak sampai ke meja hijau.

"banyak laporan pengaduan dari masyarakat lain tentang penyalahgunaan Dana Desa yang diduga banyak mengendap di meja Kantor Kejari Gresik." Anehnya lagi saat koordinasi pada Kasie intelnya, untuk menanyakan apakah Siap untuk ditindaklanjuti bila ada laporan informasi dugaan korupsi dana desa?  Bayu Probo Sutopo dengan khas nada kalem dan lembutnya mengatakan, kalau Dana Desa 2018, janganlah Mas, soale dalam naungan dan pembinaan TP4D kita sebagai pendampingnya, pungkasnya, jadi tanda besar kenapa keberatan dan ada apa di balik itu, ungkap Sulur, Rabu (19/8).

Menurut Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Gresik, Dymas Adji Wibowo saat dikonfirmasi awak media ini mengatakan jika sampai saat ini Kejari masih menunggu hasil kerugian Negara dari Inspektorat kabupaten Gresik,

"Terkait lambatnya penanganan korupsi penyalahgunaan APBD Tahun 2016 sampai Tahun 2018 Desa Dooro itu, dikarenakan menunggu hasil kerugian-kerugian yang dilakukan oleh Inspektorat," ungkapnya. Selasa (18/08).

Sementara itu, Sesuai pelimpahan kasus dari Kejari Gresik, sumber internal Kejari menyebut bahwa kerugian negara korupsi penyalahgunaan APBD oleh Kades Mat Jai yaitu sekitar 255 juta. (rep drs slr) (Red)

Tinggalkan Komentar