PT.Tata Bumi Raya Group Salurkan CSR ke Sektor Pertanian

Redaksi 24 Kali Dilihat

PT.Tata Bumi Raya Group Salurkan CSR ke Sektor Pertanian

PT Bumi Raya Group salurkan CSR ke sektor Pertanian

SURABAYA Medianusantara.net– Pentingnya pengembangan sektor pertanian diperhatikan betul oleh Dr Ir Jamhadi, MBA, selaku Ketua Yayasan Kedaulatan Pangan Nusantara (YKPN) Jawa Timur.

Sebagai orang yang malang melintang di dunia usaha selama puluhan tahun di bawah bendera Tata Bumi Raya Group, Jamhadi mulai berpikir dan bertindak bagaimana hasil pertanian menjadi berdaya guna dan berdaya usaha, sehingga kesejahteraan bagi petani bisa tercapai. Tindakan nyata yang direalisasikan Jamhadi ialah menyalurkan corporate social responsibility (CSR) perusahaannya, PT Tata Bumi Raya, ke sektor pertanian. Diantaranya melalui pengembangan hasil pertanian berupa rempah-rempah.

Dalam pelaksanaannya, Tata Bumi Raya Group dan YKPN Jatim menggandeng CaxMar Production. Adapun rempah yang dikembangkan menjadi fermented bio technology dan aneka jenis olahan makanan dan minuman ialah daun kelor (moringa). Saat ini, salah satu produk herbal yang diproduksi ialah FEBIO fermented bio technology. Peneliti dan penemu produk FEBIO moringa biotechnology ialah Maryanto, owner CaxMar Production.

Dijelaskan Maryanto, FEBIO adalah produk natural 100% herbal organic tanpa menggunakan pupuk kimia. FEBIO merupakan produk herbal yang kaya akan manfaat, terdiri dari 70% bahan moringa dan 30% bahan-bahan ekstrak lainnya dari rempah Indonesia seperti temulawak, kunyit putih, jahe merah, dan serai, yang sudah sangat terkenal manfaatnya.

“FEBIO diproses secara destilasi dan menggunakan bio technology sehingga produk FEBIO sangat cepat untuk meningkatkan kesehatan tubuh bagi kita semua,” ujar Cak Mar, sapaan akrab Maryanto. Manfaat dari FEBIO bagi tubuh manusia, disebutkan Cak Mar meliputi untuk melancarkan pencernaan manusia, menghambat bakteri berbahaya, untuk detoksifikasi tubuh, pengawet alami, penginfeksi yeast & candida, melawan infeksi khamir, untuk regenerasi sel, pembentukan protein, glucokinase, sukkurase, untuk metabolisme, memproses asam amino, lemak dan karbohidrat, untuk menurunkan kolestrol, untuk perbaikan saluran pencernaan, metablisme antar sel pada tubuh, pembentukan substansi antar sel & meningkatkan daya tubuh.

Khasiat FEBIO antara lain, pertama menambah asupan nutrisi bagi tubuh karena mengandung 10 vitamin esensial, 9 asam amino esensial, omega 3 & 6. Kedua, meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit karena mengandung lebih dari 24 jenis antioksidan dan lebih dari 24 jenis anti inflamasi. Ketiga, meningkatkan energi serta membantu penyembuhan segala penyakit ringan maupun kronis.

“Beberapa penyakit bisa diobati dengan dengan FEBIO moringa, seperti kanker, efek kemoterapi, diabetes militus, hipertensi, jantung, asam urat, asam lambung, dan lain-lain,” ungkap Maryanto.

“Dosis yang kami anjurkan, misal untuk menambah asupan nutrisi, menjaga kesehatan dan meningkatkan stamina, gunakan sebanyak 5 sampai 10 tetes dikonsumsi dengan mencampur air putih, minum jus, atau es teh manis. Hindari mencampur dengan minuman panas. Sehari 2-3 kali bila dibutuhkan,” lanjut Cak Mar.

Bahkan, kata Cak Mar, FEBIO bisa mengurangi gejala covid-19, hingga menyembuhkannya. Beberapa rekan Cak Mar yang dinyatakan positif covid-19, kemudian mengonsumsi FEBIO, beberapa waktu kemudian dinyatakan negatif. Sayangnya, FEBIO ini tidak dijual bebas dan untuk kalangan sendiri serta terbatas. Sebab, kata Cak Mar, izin dari BPOM belum keluar dan masih proses pengajuan beberapa izin edar.

Kendati demikian, Cak Mar mengatakan bahwa FEBIO sudah dilakukan uji lab oleh Guru Besar UNIBRAW dan dinyatakan sangat baik bagi tubuh dalam mengatasi berbagai penyakit. Cak Mar bilang, penelitiannya itu dilakukan tidak cuma 1 atau 2 tahun. Produk berbahan dasar daun kelor itu diteliti sejak tahun 2009. Cak Mar membuat produk dari daun kelor itu dilatarbelakangi oleh istrinya yang saat itu terkena penyakit kanker. Mulai kemoterapi hingga mengonsumsi banyak obat tiap harinya, membuat Cak Mar kala itu berpikir keras untuk membuat rempah yang mengatasi dan mencegah kanker.

Setelah membaca sejumlah literatur, ditemukan bahwa daun kelor efektif mencegah kanker. Kemudian Cak Mar membuat produk herbal berbahan dasar dari daun kelor tersebut, dan meminta istrinya berhenti konsumsi obat-obatan kimia. Sejak saat itu, istrinya rutin mengkonsumsi produk yang dibuat Cak Mar. Hasilnya, hingga sekarang kanker yang dideritanya sembuh.

“Kesehatan tanggungjawab diri sendiri, bukan dokter. Biasakan makanan jadi obat bukan obat jadi makanan. Pilihan saya ialah rempah-rempah. Dulu, kita dijajah bukan karena emas atau perak, tapi rempah-rempah. Namun, tidak banyak yang memanfaatkan rempah-rempah ini. Dari 7000-an rempah yang ada di Indonesia, kenapa yang dimanfaatkan hanya 1000 jenis.

Karena itu, PT Tata Bumi Raya melalui program CSR-nya membina petani dan UMKM untuk mengembangkan rempah-rempah sebagai unsur obat,” ujar Cak Mar heran. Secara terpisah, Dr Ir Jamhadi, MBA, selaku CEO PT Tata Bumi Raya mengaku, dalam pengembangan pertanian khususnya rempah-rempah ini, pihaknya sudah menyiapkan lahan puluhan hektar di Kabupaten Mojokerto untuk ditanami rempah. Selain di Mojokerto, di beberapa kabupaten/kota lain juga sedang disiapkan lahannya. (*)

Tinggalkan Komentar