Kejari Gresik dinilai mandul Tangani Kasus-kasus Korupsi

Redaksi 152 Kali Dilihat

Kejari Gresik dinilai mandul Tangani Kasus-kasus Korupsi

Demo di Kejari Gresik yang di nilai Mlempem dalam menangani kasus Korupsi.

GRESIK Medianusantara.net. Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik di bawah kepemimpinan Heru Winoto mendapat sorotan banyak kalangan penggiat anti korupsi termasuk Genpatra (Gerakan Pemuda Nusantara) karena dinilai takut, lembek, mandul dan lamban dalam menangani penyelesaian berkas kasus-kasus korupsi.

Jubir Genpatra, Ali Rosidi menegaskan Kejari Gresik dalam menangani perkara korupsi kian hari kian melemah dan melempen karena tidak ada progres nyata selama bertugas hampir satu tahun ini karena belum ada kasus korupsi besar yang berhasil atau tuntas berkasnya diajukan ke meja hijau.

"Kita berharap jangan terlalu lama dan terkesan tebang pilih, karena penanganan kasus korupsi saat ini menjadi perhatian pemerintah pusat dan Kejari Gresik jangan lambat," ungkapnya, selasa (21/7).

Ia juga menyinggung institusi Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, yang harus mampu menjaga eksistensinya selaku penegak hukum yang lebih profesional, independen, berani, cepat dan tidak pandang bulu.

Tambahnya lagi, beberapa hari lalu Genpatra dan Masyarakat sempat melakukan aksi demo di kantor Kejari Gresik, Selasa, (14/7) terkait kasus-kasus dugaan korupsi di Kabupaten Gresik. Ia menyayangkan, seharusnya dugaan korupsi tersebut menjadi atensi khusus oleh Kejaksaan dalam tindak lanjut, karena beberapa  kasus yang disorot oleh masyarakat.

Beberapa perkara dugaan korupsi yang berjalan di tempat di Kejari Gresik seperti penyimpangan penggunaan APBD TA 2017-2019 di Kecamatan Duduksampeyan, dugaan korupsi APBDes Pandanan 2017-2018, kasus korupsi proyek pipanisasi di PDAM Gresik, kasus korupsi dana jasa pelayanan BPJS di Dinkes yang berdasarkan hasil sidang mengungkap nama-nama dugaan pejabat yang ikut terlibat, kasus operasi tangkap tangan di BPPKAD, dan kasus dugaan tanah negara di Desa Petisbenem Kec. Duduksampeyan yang menjadi milik perorangan dengan bukti SHM. Rosidi menegaskan, kasus dugaan korupsi di Kabupaten Gresik sangat memprihatinkan, sehingga berdampak citra buruk terhadap Kota Gresik yang berjuluk Kota Santri.

"saya sampaikan pada Kejari Gresik agar tidak tebang pilih dalam mengusut korupsi, jangan nanti timbul asumsi di Masyarakat seolah-olah Kejari Gresik terkesan melindungi para Koruptor di Gresik, kami berharap jangan sampai ada asumsi seperti itu," pungkasnya.

Terpisah Warga Gresik penggiat anti korupsi, Mamat Genio menanggapi adanya indikasi mandulnya kinerja Kejari Gresik dalam mengusut tuntas kasus-kasis korupsi itu Ujung tombaknya ada pada intel kejaksaan kalau intel hebat, pasti kejaksaan hebat dan berani tapi bila intelnya loyo maka kejaksaan akan loyo, yang menjadi tanda tanya besar kenapa loyo apakah sebabnya "Masuk Angin" terpengaruh oleh para koruptor atau memang ada faktor eks lainnya? Lanjut mamat.

Mestinya pada momen HUT Bhakti Adhyaksa ke 60th ini menjadi penyemangat kinerjanya dalam menegakkan hukum dan keadilan serta memberantas kasus korupsi, Semoga Kejagung RI menugaskan pejabat barunya di Kejari Gresik yang hebat, netral,independen dan tangguh dalam memutus mata rantai lingkaran syetan korupsi di Kota Santri Gresik ini yang terstruktur dan massiv, harapannya (biro Gresik Drs H. Slr)

Tinggalkan Komentar