Productivity Center Untuk Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing

Redaksi 43 Kali Dilihat

Productivity Center Untuk Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing

Jamhadi bersama Dahkan Iskan (tengah)

Surabaya II Medianusantara.net - Peningkatan produktivitas pekerja Indonesia khususnya di Jawa Timur sangat penting ditingkatkan jika mau menjadi pemenang dalam persaingan global. Ada beberapa indikator dan solusi untuk meningkatkan produktifitas yang disampaikan Dr Ir Jamhadi, MBA, selaku Ketua Aliansi Pendidikan Vokasional Seluruh Indonesia (APVOKASI) Jawa Timur.

"Solusinya agar industri di Jatim betah dan investasi terus meningkat disaat terjadi kenaikan UMK ialah mendirikan Productivity Center," ujar Jamhadi, yang juga menjabat Ketua Yayasan Kedaulatan Pangan Nusantara (YKPN) Jatim sekaligus CEO Tata Bumi Raya Group.

Sebagai ilustrasi, Jamhadi memaparkan, pada tahun 2020 ini terjadi kenaikan upah minimum kota/kabupaten (UMK) sebesar 8,51% dengan besaran upah tertinggi Rp 4.200.479,19 dan terendah Rp1.913.321,73.

Kenaikan UMK 2020 ini mengacu pada Surat Menteri Ketenagakerjaan No. B-M/308/HI.01.00/X/2019 pada 15 Oktober 2019 perihal data tingkat inflasi nasional dan pertumbuhan PDRB 2019.

Juga, acuan yang dipakai terhadap kenaikan UMK 2020 pada formula perhitungan upah minimum yang diatur pada Pasal 44 ayat 2 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015 Tentang Pengupahan, Permen Ketenagakerjaan No.15/2018 Tentang Upah Minimum.

"Kami menyamakan pandangan tentang kenaikan UMK Jatim berdasarkan PP nomor 78 tahun 2015 dengan solusi yaitu mendirikan Productivity Center. Melalui Productivity Center ini dimungkinkan pelatihan peningkatan produksi bagi pekerja sesuai jenis produksi dalam industri," kata Jamhadi, yang pernah jadi Ketua Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Kota Surabaya 2 periode.

Jamhadi lanjut menjelaskan, pelatihan di Productivity Center dilaksanakan dengan melibatkan pemilik industri, KADIN, Apindo, HIPMI, IWAPI,komunitas UMKM Kabupaten/Kota, Akademisi APVOKASI dan umum sesuai lokasinya.

"Juga melibatkan Pemda dengan memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) dan pusat pelatihan di Kawasan Industri. Di BLK tersebut disediakan trainer ahli dari gabungan pemilik industri, KADIN, Apindo, HIPMI, IWAPI dan Pemda dengan BLK," kata Jamhadi.

Di BLK atau pusat pelatihan itu, calon tenaga kerja atau tenaga kerja diberikan materi dan praktik keahlian agar lebih meningkatkan produktivitasnya, sehingga daya saing industri di Jawa Timur khususnya dan Indonesia pada umumnya lebih meningkat.

Jamhadi yakin, jika Productivity Center digarap serius dan produktivitas meningkat, maka investor tidak akan ragu berinvestasi di Indonesia khususnya Jawa Timur.

Laporan tahunan Asian Productivity Organization (APO) tahun 2019, posisi produktivitas per pekerja Indonesia berada pada peringkat ke-3 di bawah Singapura dan Malaysia. Peringkat ini naik 1 peringkat dari tahun sebelumnya. Indonesia unggul dari Filipina, Laos, Vietnam, dan Kamboja.

Singapura masih unggul dengan nilai produktivitas tenaga kerja dan produktivitas jam kerja masing-masing sebesar USD 154,95 ribu per tenaga kerja per tahun dan 67,40 US$ per jam per tenaga kerja.

Di lain hal, dari catatan Jamhadi yang dikutip dari World Economic Forum (WEF), bahwa peringkat daya saing Indonesia turun lima peringkat pada tahun 2019, yakni di posisi 50 dari semula di urutan 45 pada tahun 2018.

Indonesia hanya berhasil mengantongi skor 64,6, turun tipis 0,3 dari tahun lalu.

"Hadirnya Productivity Center ini menjadi solusi dari kenaikan UMK. Karena tiap tahun, kenaikan UMK tidak bisa dihindari. Tapi ada aturan proyeksi kenaikan yang jelas, antara lain naik sebesar nilai inflasi daerah tersebut ditambah tingkat pertumbuhan ekonominya. Sehingga antara penyedia jasa dan penggunaan jasa sama-sama clear dalam membuat forecast Production cost dari perusahaannya," jelas Jamhadi.

Kian meningkatnya produktivitas di Jawa Timur, harapan Jamhadi pada tahun 2021, 2022, dan seterusnya sudah bukan dengan merelokasi pabrik di luar Jawa Timur.

"Kami terus mencari solusi-solusi dan terobosan supaya dunia usaha tetap lancar dan pekerjanya sejahtera. Dan untuk investor baru, kami dukung pelaksanaan perijinan yang lebih cepat bersama OSS yang sudah bagus," kata Dewan Pembina Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Jatim ini.

"Selain itu, kami terus berkiprah untuk turut serta meningkatkan kinerja ekonomi dari trade, tourism, investment di Jatim khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Kami siap kolaborasi pentahelix. Dari akademisi bisa melakukan Riset and Development bagi perusahaan dan semua competitive," lanjut pengusaha kawakan ini.

Dengan demikian, kata Jamhadi, seluruh simpul-simpul potensi ekonomi di kabupaten/kota lebih bisa ditingkatkan dan pengangguran bisa jauh berkurang karena punya neraca pekerja.

"Kami akan bekerja keras untuk membuat kajian tentang upah dan meningkatkan Production Center untuk Indonesia yang lebih hebat," tegas Jamhadi dengan penuh keyakinan. (*)

Tinggalkan Komentar