Nenek 82 Tahun Asal Sidoarjo Mencari Keadilan

Redaksi 49 Kali Dilihat

Nenek 82 Tahun Asal Sidoarjo Mencari Keadilan

Nenek Musyabikah mencari keadilan

Sidoarjo - Sungguh sangat ironis di alami oleh Nenek berusia 82 tahun ini. Kondisi yang sudah tua tidak menyurutkan dirinya berjuang untuk mencari keadilan demi tanahnya.

Namanya Nenek Musyabikah, warga Desa Bluru Kidul RT.01/RW.07, Kecamatan Sidoarjo, Sidoarjo.

Dia berupaya memperjuangkan hak tanah peninggalan suaminya (alm M Choir) yang saat ini menjadi sengketa kepemilikannya dengan Rochmaiyah-Supangat. Polemik ini berawal dari pinjaman uang sebesar Rp. 680.000 oleh alm. M Choir pada Supangat pada tahun 1988 atas keterangan yang diberikan salah satu ahli waris Achmad Syafii (anak alm M Choir).

Nenek Musyabikah terpaksa melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Sidoarjo dengan nomor gugatan 054/Pdt.G/2020/PN.Sda. melalui kuasa hukumnya Imam Syafii, SH dan Imam Sjamsoe SH dari kantor hukum "Krisna" lantaran tanah miliknya diserobot dan didirikan bangunan pada tahun 2000 oleh tergugat Rochmaiyah dan Drs.H.Supangat.

Kepada awak media pada Senin (22/6/2020), Kuasa Hukum yang berkantor di Perum Jala Griya TNI Blok L - 1 No.17 RT.22/RW.05 Karang Tanjung, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Imam Sjamsoe Asharry SH (60) menyampaikan telah bersama-sama menggugat melawan saudara Supangat tergugat 1 yang beralamat di RT.01/RW.07 Desa Bluru Kidul, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, dan Rochmaiyah tergugat 2 warga RT.01/RW.07 Desa Bluru Kidul, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, serta Tri Prastiyono,SH Kepala Desa Bluru Kidul, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, sebagai tergugat 3.

"Obyek sengketa adalah tanah letter C No.1690 persil 19a kelas d.III dengan luas tanah kurang lebih 120 M2 yang di akui kepemilikannya oleh Rochmaiyah/Supangat merupakan bagian dari tanah petok D No.439 persil 36 kelas d.II yang luasnya kurang lebih 130 M2 milik alm M Choir," jelas Imam Syafii.

"Rocmaiyah/Supangat mengakui kepemilikanya berdasarkan surat keterangan tanah Nomor : 005/75/438.7.1.16/2018 tanggal 26 Juli 2018 yang saat itu dikeluarkan oleh Kepala Desa Bluru Kidul, Tri Prasetyono,SH," tambah Imam Syafi'i.

Dia juga menyampaikan, "Saya sebagai kuasa hukum Nenek Musyabikah (penggugat) menyayangkan Letter C No.1690 persil 19a kelas d.III luas kurang lebih 120 M2 yang dikeluarkan pada tanggal 03 Februari 1989 menurut hemat saya tanpa didasari alas hak yang sah sebagai dasar hukumnya," jelas Imam Syafii SH.

"Serta saya sebagai kuasa hukum menyayangkan pihak tergugat Rochmaiyah/Supangat ingkar janji dari kesepakatan pembayaran kompensasi kepada ahli waris sebesar Rp.30.000.000 dan tiba-tiba membuat pernyataan sepihak pembatalan pembayaran kompensasi tersebut," tambah Imam Syafii, SH.

Sidang gugatan perkara sengketa kepemilikan tanah ini sudah sidang yang ke -14 dengan agenda penyampaian keterangan saksi dari Penggugat.

Nenek Musyabikah melalui kuasa hukumnya berharap masalah yang menimpanya saat ini bisa segera selesai mengingat usianya yang sudah lanjut serta kesehatan secara fisiknya.

Tinggalkan Komentar